Sejarah




Asal-Usul dan Perkembangan Awal Kecamatan Kelapa

Pada zaman dahulu ada dua puak, dibagian hilir Suku Sepang dan dibagian hulu suku Sepanan. Lama kelamaan beranak pinak dan berkembang terjadilah pemukiman antara kedua puak ini menjadi ramai dan disebut sebagai Empeng sedangkan nama Empeng merupakan persatuan dari suku Sepang dan Sepanan yang kemudian dijadikan satu tempat sebagai pusat kegiatan sehari-hari masyarakat pada saat itu. Dari Suku puak Sepang dan Sepanan, mulai penataan pemukiman Empeng lebih ditambah pendatang-pendatang baik dari antar pulau Indonesia, Asia Tenggara maupun Timur Tengah sehingga mulailah berkembang mengenal agama, kebetulan di Empeng adat istiadat secara harfiah sudah mengarah kepada agama Islam, sebagai buktinya dihulu Sepanan ada nama tempat kelekak nyembah (belajar dan sekaligus mendirikan sholat lima waktu) sedangkan antara Pinang Barit dan Empeng ada tempat kelekak kelima (yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat). Oleh Kolonial Belanda mulai mendirikan struktur Pemerintahan yang tertinggi yaitu Demang kemudian Gegading kalau sekarang disebut Lurah, Kepala Kampung dan Polisi Kampung. Di Empeng tersebut tepatnya di persimpangan Simpang Tiga menuju Terminal Baru lintas Pangkal Pinang Mentok dekat Gardu Gegading ada sebatang Kelapa Hijau, anehnya Kelapa Hijau buahnya selalu tunggal dari mulai putik hingga masak warnanya tetap hijau kecuali sudah kering baru warnanya berubah menjadi hitam kecokelatan. Setiap orang yang melewati jalan tersebut merasa aneh dengan kejanggalan buah kelapa itu, jika berbuah buahnya selalu menghadap ke timur sedangkan kan bakal buah lainnya gugur, perpaduan secara harfiah dari adat istiadat suku Empeng melatek (ngerumpi/ngobrol) dan mulot yaitu kebiasaan masyarakat pada waktu itu menangkap burung (berburu) menggunakan pulot. Sehingga nama Empeng berubah menjadi Kampung Kelapa dan diperkirakan pada tahun 1950 Desa Kelapa Kecamatan Kelapa dengan struktur pemerintahan dipimpin oleh seorang Camat. Simbolnya buah Durian dan buah Kelapa dicengkeram dikaki burung yang artinya burung tadi perolehan dari mulot, buah Durian tadi didapat dari kelekak kelukoy (hutan belantara) dan dijadikan sebagai lambang dari Kecamatan Kelapa. Motto “KELAPA KOTA BERSANTAN” berarti dari Sari Pati Kelapa yang sangat banyak manfaatnya melambangkan budi luhur yang bersih melahirkan orang-orang yang cendekiawan.

Perkembangan Administratif Kecamatan Kelapa

  • Bagian dari Kabupaten Bangka Barat: Kecamatan Kelapa secara resmi terbentuk sebagai bagian dari pembentukan Kabupaten Bangka Barat.
  • Tanggal peresmian: Kabupaten Bangka Barat diresmikan pada tanggal 25 Februari 2003 melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2003